Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Tiga Mahasiswa Sosiologi Agama Laksanakan Seminar Hasil Penelitian

Tiga Mahasiswa Sosiologi Agama Laksanakan Seminar Hasil Penelitian

Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar melaksanakan Seminar Hasil Penelitian pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di Ruang Program Studi Sosiologi Agama. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa sebelum memasuki ujian munaqasyah.

Tiga mahasiswa yang mengikuti seminar hasil masing-masing mempresentasikan penelitian dengan tema yang berkaitan dengan tradisi lokal, gender, kekuasaan, serta perubahan dan keberlangsungan budaya masyarakat. Ketiganya adalah:

  1. Dina (30400122047) dengan judul “Tradisi A’ppadekko dalam Pesta Pernikahan pada Masyarakat Keturunan Daeng di Desa Lebang Manai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.”
  2. A. Fitriani (30400122042) dengan judul “Gender dan Kekuasaan dalam Struktur Sosial: Studi tentang Kepemimpinan Perempuan pada Pemerintahan Desa Tompong Patu, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.”
  3. Abel Nur Aksanita (30400122044) dengan judul “Persepsi Masyarakat terhadap Tradisi Lokal Kalebbong Kalengkere Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.”

Mengangkat Fenomena Sosial dan Kearifan Lokal

Ketiga penelitian tersebut memiliki keunggulan karena mengangkat fenomena sosial yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Penelitian Dina secara khusus menyoroti tradisi A’ppadekko dalam rangkaian pesta pernikahan. Kajian ini penting karena mendokumentasikan praktik budaya lokal sekaligus melihat bagaimana tradisi diwariskan dan dipertahankan dalam kehidupan masyarakat.

Penelitian A. Fitriani memiliki keunggulan pada kajian mengenai relasi gender dan kekuasaan. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai posisi dan peran perempuan dalam struktur pemerintahan desa serta bagaimana kepemimpinan perempuan berlangsung dalam konteks sosial masyarakat setempat.

Sementara itu, penelitian Abel Nur Aksanita mengkaji persepsi masyarakat terhadap tradisi lokal Kalebbong Kalengkere. Kajian tersebut menjadi penting untuk melihat bagaimana masyarakat memaknai tradisi lokal di tengah perubahan sosial, sekaligus memberikan perhatian terhadap keberadaan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Dalam seminar hasil, dewan penguji memberikan sejumlah masukan kepada mahasiswa untuk memperkuat hasil penelitian. Masukan terutama diarahkan pada ketajaman analisis sosiologis, konsistensi antara rumusan masalah dan hasil penelitian, penguatan data lapangan, serta kemampuan mahasiswa menghubungkan temuan empiris dengan teori yang digunakan.

Dewan penguji juga mengapresiasi keberanian mahasiswa memilih objek penelitian yang berbasis pada persoalan nyata di masyarakat. Penelitian mengenai tradisi lokal dinilai memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi kajian akademik, tetapi juga dapat menjadi dokumentasi ilmiah terhadap kebudayaan masyarakat yang berpotensi mengalami perubahan seiring perkembangan zaman.

Para penguji berharap mahasiswa dapat menindaklanjuti seluruh masukan yang diberikan sehingga hasil penelitian menjadi lebih sistematis, memiliki argumentasi yang kuat, dan memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan Sosiologi Agama.

Salah seorang peserta seminar hasil, Dina, menyampaikan rasa syukur karena telah sampai pada tahapan seminar hasil. Menurutnya, proses penelitian tentang tradisi A’ppadekko memberikan pengalaman langsung dalam memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

"Penelitian ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya tidak hanya belajar mengumpulkan data, tetapi juga belajar memahami bagaimana masyarakat mempertahankan tradisi di tengah perubahan zaman. Masukan dari dewan penguji menjadi bahan penting bagi saya untuk memperbaiki dan menyempurnakan hasil penelitian sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya," ungkap Dina.

Pelaksanaan seminar hasil ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Sosiologi Agama dalam mendorong mahasiswa menyelesaikan tugas akhir tepat waktu sekaligus memastikan kualitas penelitian tetap terjaga. Berbagai penelitian yang mengangkat tradisi, relasi gender, kepemimpinan, dan kearifan lokal juga menunjukkan luasnya ruang kajian Sosiologi Agama dalam membaca dinamika sosial dan kebudayaan masyarakat.