Gowa – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menggelar Wisuda Angkatan ke-118 pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Auditorium UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dan siap mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Sidang senat terbuka wisuda dipimpin dan dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UIN Alauddin Makassar, Prof. Mardan, yang menandai dimulainya rangkaian prosesi wisuda bagi para sarjana, magister, dan doktor dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
Pada periode wisuda kali ini, Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat berhasil meluluskan sebanyak sembilan orang sarjana, yang secara resmi dikukuhkan sebagai lulusan UIN Alauddin Makassar. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Program Studi Sosiologi Agama dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik, wawasan sosial keagamaan, serta kesiapan menghadapi tantangan masyarakat yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar tidak membatasi diri dalam berkarya dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Rektor memperkenalkan konsep “Sarjana No Limit”, yaitu lulusan yang tidak memiliki batasan dalam mengembangkan potensi, kreativitas, dan kontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan memberikan manfaat di berbagai bidang kehidupan.
“Menjadi sarjana hari ini berarti siap menghadapi perubahan yang sangat cepat. Karena itu, lulusan UIN Alauddin Makassar harus menjadi sarjana yang adaptif, inovatif, dan tidak memiliki batas dalam berkarya. Jadilah Sarjana No Limit yang mampu menghadirkan solusi dan manfaat bagi masyarakat,” pesan Rektor di hadapan para wisudawan.
Bagi Program Studi Sosiologi Agama, keberhasilan meluluskan sembilan sarjana pada Wisuda ke-118 menjadi indikator positif dalam penguatan mutu akademik dan kualitas lulusan. Capaian ini juga menjadi bagian dari komitmen program studi dalam mendukung peningkatan reputasi akademik dan akreditasi melalui pengembangan lulusan yang kompeten, berkarakter, serta memiliki kemampuan adaptasi terhadap dinamika sosial yang terus berubah.
Melalui momentum wisuda ini, para lulusan Sosiologi Agama diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial keagamaan di tingkat lokal maupun nasional.