Rabu, 4 Februari 2026, Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat melaksanakan ujian munaqasyah bagi tiga mahasiswa bertempat di Ruangan Prodi Sosiologi Agama. Ujian ini menjadi tahapan akhir dalam penyelesaian studi strata satu (S1) sebelum mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana.
Adapun mahasiswa yang mengikuti ujian munaqasyah adalah:
-
Nurfiana, dengan judul skripsi “Tradisi Assitulungeng dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Petani (Studi Kasus Desa Pammusureng Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone)”. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai sosial dan praktik gotong royong dalam tradisi Assitulungeng yang masih bertahan dalam kehidupan masyarakat petani.
-
Widi Wijaya, dengan judul skripsi “Mobilitas Sosial Anak Petani Pascakuliah di Desa Bontongan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang)”. Skripsi ini membahas dinamika perubahan status sosial anak petani setelah menyelesaikan pendidikan tinggi serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
-
Fitra Hisrah, dengan judul skripsi “Peran Single Mother dalam Menghadapi Tantangan Sosial di Kelurahan Mataran Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang)”. Penelitian ini menyoroti strategi bertahan dan bentuk adaptasi sosial yang dilakukan oleh ibu tunggal dalam menghadapi tekanan ekonomi maupun sosial di lingkungan masyarakat.
Ujian munaqasyah ini dihadiri oleh dewan penguji dan pembimbing yang terdiri atas Prof. Dr. Musafir Pabambari, M.Si., Prof. Dr. Hj. Marhaeni Saleh, M.Pd., Dr. Wahyuni, S.Sos., M.Si., Dr. Asrul Muslim, S.Ag., M.Pd., Dr. Santri Sahar, M.Si., Dr. Dewi Anggariani, M.Si., Ratnah Rahman, M.Si., serta Dr. Marhany Malik, M.Hum.
Dalam pelaksanaannya, ketiga mahasiswa memaparkan hasil penelitian mereka secara sistematis di hadapan dewan penguji, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pendalaman materi. Para penguji memberikan masukan konstruktif guna penyempurnaan skripsi sebelum tahap revisi akhir.
Pelaksanaan ujian munaqasyah ini menjadi bukti komitmen Program Studi Sosiologi Agama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial keagamaan di masyarakat. Penelitian yang diangkat ketiga mahasiswa tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu sosiologi agama serta menjadi referensi dalam memahami dinamika sosial di tengah masyarakat.