SAMATA, GOWA — Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin
dan Filsafat UIN Alauddin Makassar menggelar perkuliahan mata kuliah Tata
Kelola Pemilu, Senin (13/4/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WITA di
LT. KH. Ali Yafie, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar,
itu mengangkat tema Peran Bawaslu, KPU, dan DKPP dalam Penyelenggaraan Pemilu
di Indonesia.
Narasumber yang hadir dalam perkuliahan tersebut, yakni Dr. H. Samsuar
Saleh, S.IP., M.Si., Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan sekaligus Koordinator
Divisi SDMO yang membawa perspektif langsung dari lapangan sebagai praktisi
pengawasan dalam pemilu, dan Dr. Fajar, S.Sos., M.Si., Dosen Program Studi Ilmu
Politik UIN Alauddin Makassar yang menghadirkan kerangka akademis dan analisis
kritis terhadap sistem kepemiluan indonesia sekaligus menjadi moderator yang
memandu jalannya diskusi agar lebih terarah, produktif dan terbuka bagi
pertanyaan mahasiswa. Keduanya memberikan perspektif dari dua sisi sekaligus,
yakni praktik lapangan pengawasan pemilu dan kerangka akademis analisis sistem
kepemiluan Indonesia.
Setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama,
peran dan fungsi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga yang bertugas
mengawasi seluruh tahapan pemilu agar berjalan sesuai aturan. Kedua, kewenangan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara teknis pemilu yang
bertanggung jawab atas seluruh proses, mulai dari pendaftaran peserta hingga
penetapan hasil. Ketiga, posisi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)
sebagai lembaga etik yang menjaga integritas dan profesionalisme para
penyelenggara pemilu.
Dalam penyampaiannya, Dr. Samsuar menekankan pentingnya keterlibatan aktif
mahasiswa dan masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu.
“Pengawasan pemilu tidak hanya bisa dibebankan kepada Bawaslu semata,
mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Saya mengajak seluruh
mahasiswa dan elemen masyarakat untuk terlibat aktif dan mengawasi bersama.
Caranya sederhana: laporkan pelanggaran yang kita temui, dan jangan menyebarkan
berita bohong. Dengan begitu, integritas pemilu dapat kita jaga bersama,” ujar
Dr. Samsuar.
Perkuliahan ini menegaskan komitmen Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin
Makassar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori politik secara
akademis, tetapi juga mampu membaca dan menganalisis dinamika sistem demokrasi
secara nyata. Ruang kuliah pun diharapkan menjadi jembatan antara ilmu
pengetahuan dan realitas kepemiluan Indonesia.
Penulis: Nanda
Pratiwi (Humas)