Makassar – Sivitas akademika UIN Alauddin Makassar mengikuti kegiatan Pengajian Bersama Menteri Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan di Masjid Kampus I UIN Alauddin Makassar pada Ahad, 14 Juni 2026, pukul 18.30 WITA hingga selesai.
Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang menyampaikan pesan-pesan keislaman, penguatan spiritualitas, serta pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pengajian ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan sivitas akademika UIN Alauddin Makassar, termasuk Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), para dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Dari Program Studi Sosiologi Agama, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh dosen-dosen dan pimpinan program studi sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam tausiyahnya, Menteri Agama menekankan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai integritas, moderasi beragama, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pembinaan spiritual ASN merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang profesional, berakhlak, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Kegiatan pengajian ini menjadi salah satu sarana pembinaan ASN yang sangat penting, terutama dalam memperkuat nilai-nilai etika, integritas, dan tanggung jawab moral dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan seluruh ASN mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan profesionalisme kerja sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Ketua Program Studi Sosiologi Agama UIN Alauddin Makassar, Dr. Asrul Muslim, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengajian bersama Menteri Agama memberikan penguatan moral sekaligus wawasan kebangsaan yang sangat relevan bagi sivitas akademika.
“Kegiatan ini memberikan energi positif bagi seluruh ASN dan dosen untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Pesan-pesan yang disampaikan Menteri Agama tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga moderasi beragama, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pendidik maupun aparatur negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa bagi Program Studi Sosiologi Agama, kegiatan semacam ini memiliki relevansi yang kuat dengan pengembangan kajian sosial keagamaan, khususnya dalam membangun masyarakat yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.
Melalui kegiatan pengajian bersama tersebut, UIN Alauddin Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam membina karakter ASN yang religius, profesional, dan berintegritas sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.