Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
SAA Integrasikan Moderasi Beragama dan Ekoteknologi dalam Pengabdian Masyarakat

SAA Integrasikan Moderasi Beragama dan Ekoteknologi dalam Pengabdian Masyarakat

Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan mengangkat tema “Harmoni dalam Semesta (Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteknologi)”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 18–19 April 2026.

Kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang bagi Prodi Studi Agama-Agama untuk mengaktualisasikan pengetahuan akademik dalam kehidupan masyarakat. Tema yang diangkat mempertemukan dua isu penting, yaitu moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan ekoteknologi.

Tema “Harmoni dalam Semesta” merefleksikan gagasan bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari relasi dengan sesama maupun dengan lingkungan. Dalam konteks keberagamaan, moderasi tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalankan keyakinannya secara seimbang, tetapi juga bagaimana nilai-nilai agama dapat mendorong sikap menghargai perbedaan, membangun kehidupan bersama, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Penguatan moderasi beragama menjadi semakin relevan di tengah masyarakat yang memiliki keragaman agama, keyakinan, budaya, dan latar belakang sosial. Sikap terbuka, toleran, adil, serta mampu menghargai perbedaan menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Di sisi lain, persoalan lingkungan juga menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Kerusakan lingkungan, perubahan iklim, pengelolaan sumber daya, serta pola kehidupan yang kurang berkelanjutan menunjukkan bahwa persoalan ekologis tidak semata-mata merupakan persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan cara manusia memandang hubungan dirinya dengan alam.

Dalam konteks tersebut, ekoteknologi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan pengetahuan, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Penggunaan teknologi secara bijak dan berorientasi pada keberlanjutan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih harmonis antara manusia dan lingkungan.

Tema yang diangkat dalam kegiatan pengabdian ini juga memperlihatkan karakter kajian Studi Agama-Agama yang tidak membatasi pembahasan agama pada aspek doktrinal semata. Agama dapat dikaji dalam hubungannya dengan kehidupan sosial, budaya, lingkungan, serta berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, gagasan-gagasan tersebut diharapkan tidak berhenti pada ruang akademik. Pengetahuan mengenai moderasi beragama dan kesadaran ekologis perlu diterjemahkan ke dalam sikap dan praktik yang dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pengabdian menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar dari realitas dan kebutuhan masyarakat.

Bagi mahasiswa dan sivitas akademika Studi Agama-Agama, pengalaman pengabdian juga memiliki nilai akademik tersendiri. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana persoalan agama, sosial, dan lingkungan hadir dalam kehidupan nyata. Pengalaman tersebut dapat memperkaya cara pandang dalam memahami fenomena keagamaan secara kontekstual.

Melalui tema “Harmoni dalam Semesta”, Prodi Studi Agama-Agama menegaskan pentingnya membangun kehidupan yang tidak hanya harmonis dalam relasi antarmanusia, tetapi juga dalam hubungan manusia dengan lingkungan. Moderasi beragama dan kepedulian ekologis ditempatkan sebagai dua nilai yang dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi Prodi SAA dalam menghadirkan keilmuan yang responsif terhadap persoalan masyarakat. Penguatan moderasi beragama dan kesadaran ekologis diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, maupun kegiatan pengabdian di masa mendatang.