Makassar – Dosen Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, Dr. Fajar, S.Sos., M.Si., meluncurkan sekaligus mengikuti forum bedah buku berjudul Dramaturgi dan Oligarki yang diselenggarakan di Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan berbagai dinamika kekuasaan, praktik politik, dan relasi oligarki dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
Forum bedah buku menghadirkan dua akademisi sebagai pembedah, yaitu Prof. Dr. Gustiana A. Kambo, M.Si., Ketua Program Studi Doktor (S3) Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, serta Dr. Awal Muqhsith, Lc., M.A., Dosen Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar. Keduanya mengulas substansi buku dari berbagai perspektif keilmuan, sekaligus memberikan catatan kritis mengenai perkembangan demokrasi, relasi kekuasaan, dan praktik oligarki dalam konteks politik Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, yang memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya forum akademik sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi politik di Sulawesi Selatan. Menurutnya, diskusi ilmiah melalui bedah buku menjadi ruang penting untuk menjaga tradisi intelektual di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
"Bedah buku seperti ini penting untuk menjaga ruang intelektual tetap hidup di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks. Buku Dramaturgi dan Oligarki karya Dr. Fajar menghadirkan perspektif kritis tentang relasi kekuasaan, elite politik, dan demokrasi yang relevan dengan kondisi saat ini," ujar Tamsil Linrung.
Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan forum akademik di lingkungan DPD RI menunjukkan pentingnya merawat ruang dialog dan pertukaran gagasan sebagai bagian dari pendidikan politik masyarakat.
Buku Dramaturgi dan Oligarki mengkaji bagaimana praktik kekuasaan dan relasi antarelite politik membentuk proses demokrasi di Indonesia. Melalui pendekatan akademik yang kritis, buku ini menawarkan analisis mengenai dinamika oligarki, strategi aktor politik, serta berbagai tantangan yang dihadapi demokrasi dalam konteks politik kontemporer.
Kegiatan bedah buku diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), organisasi kemahasiswaan, akademisi, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu-isu politik dan demokrasi. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung dinamis, khususnya pada sesi tanya jawab mengenai substansi buku dan relevansinya terhadap perkembangan politik nasional.
Bagi Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, kegiatan ini merupakan salah satu wujud kontribusi dosen dalam mengembangkan tradisi akademik melalui publikasi ilmiah dan forum diskusi publik. Kehadiran karya ilmiah seperti Dramaturgi dan Oligarki diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur ilmu politik, sekaligus mendorong lahirnya ruang-ruang dialog yang kritis dan konstruktif bagi pengembangan demokrasi di Indonesia.