Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Demokrasi Akar Rumput di Pa’Baeng-Baeng: Mahasiswa Ilmu Politik Bedah Pemilihan RT dari Bilik Suara hingga Dapur Kebijakan

Demokrasi Akar Rumput di Pa’Baeng-Baeng: Mahasiswa Ilmu Politik Bedah Pemilihan RT dari Bilik Suara hingga Dapur Kebijakan

Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar melaksanakan Praktikum Kompetensi dengan meneliti proses pemilihan Ketua RT 002/RW 002 di Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada 3 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari mata kuliah Pengantar Sosiologi berdasarkan Keputusan Dekan FUF Nomor 41 Tahun 2026.

Mahasiswa yang terlibat yakni Andi Syahrul Ramadhana, Ahmad Jefril, Bayu Satrio M, Nurhikma, dan Zahratul Magfirah. Di bawah bimbingan Dr. Syarifuddin Jurdi, S.Sos., M.Si., mereka melakukan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami praktik demokrasi di tingkat akar rumput.

Penelitian difokuskan pada kontestasi dua pasangan calon Ketua RT dengan karakter kepemimpinan berbeda. Paslon nomor 01 yang diwakili Ibu R.S tampil sebagai petahana dengan pendekatan pelayanan langsung kepada warga, sementara Paslon nomor 02, Ibu M.N, menawarkan visi berbasis program seperti kebersihan lingkungan, pelayanan transparan, dan kegiatan sosial-keagamaan.

Dari hasil wawancara dengan panitia pemilihan, proses pemungutan dan penghitungan suara dinilai berjalan tertib dan transparan. Namun, mahasiswa menemukan sejumlah kendala administratif, seperti warga yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan distribusi undangan yang belum merata.

Mahasiswa juga menemukan dinamika politik lokal yang menarik, termasuk adanya praktik serangan fajar dan pembagian sembako menjelang pemilihan. Meski demikian, sebagian warga mengaku tetap memilih berdasarkan rekam jejak dan kedekatan calon dengan masyarakat, bukan semata karena faktor materi.

Melalui praktikum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung tentang demokrasi lokal, partisipasi warga, dan akuntabilitas pemimpin di tingkat RT. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa ilmu politik tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga diterapkan untuk membaca realitas sosial dan politik di tengah masyarakat.