Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Seminar Nasional Ilmu Politik dan WikiPangan Sulsel Bahas Budaya Pangan Lokal sebagai Identitas Sosial Politik Masyarakat

Seminar Nasional Ilmu Politik dan WikiPangan Sulsel Bahas Budaya Pangan Lokal sebagai Identitas Sosial Politik Masyarakat

Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang kontekstual melalui Seminar Nasional Kerjasama bersama WikiPangan Sulawesi Selatan dengan tema “Pembentukan Tradisi dan Budaya Pangan Lokal di Sulawesi Selatan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Lecture Theater Fakultas Ushuluddin dan Filsafat dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, peneliti, serta pegiat literasi pangan lokal.

Seminar nasional ini menjadi wadah bagi mahasiswa Ilmu Politik untuk memahami bahwa isu pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan identitas budaya, kebijakan publik, dan dinamika sosial-politik di daerah. Dalam perspektif ilmu politik, budaya pangan lokal dipandang sebagai bagian dari kekuatan sosial masyarakat yang dapat memengaruhi pola kebijakan, partisipasi publik, hingga ketahanan komunitas lokal.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan pegiat WikiPangan Sulawesi Selatan. Para narasumber membahas bagaimana tradisi pangan lokal di Sulawesi Selatan terbentuk melalui proses sejarah, budaya, serta interaksi sosial yang panjang di tengah masyarakat.

Mahasiswa yang hadir terlihat antusias mengikuti jalannya seminar. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama kegiatan berlangsung. Tidak sedikit peserta yang mengaitkan pembahasan budaya pangan dengan isu politik lingkungan, pembangunan daerah, serta strategi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal di era modernisasi.

Dalam sesi diskusi, salah satu pemateri menjelaskan bahwa pangan lokal bukan sekadar konsumsi masyarakat, tetapi juga simbol identitas dan kekuatan budaya daerah yang harus dijaga melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat lokal.

Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas literasi seperti WikiPangan dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu pangan dan budaya lokal. Mahasiswa Ilmu Politik diajak untuk melihat persoalan pangan sebagai isu strategis yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, distribusi kekuasaan, hingga keberlanjutan pembangunan daerah.

Selain seminar, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan literasi digital dan dokumentasi budaya pangan lokal melalui kontribusi mahasiswa dalam pengembangan konten edukatif berbasis masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya kritis terhadap persoalan politik, tetapi juga peduli terhadap pelestarian budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar berharap mahasiswa mampu memperluas perspektif keilmuan dengan melihat isu politik secara multidisipliner. Seminar nasional tersebut menjadi bukti bahwa kajian politik dapat terhubung dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk tradisi pangan lokal sebagai bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.

══════════════════════════════════════

“Budaya pangan lokal bukan hanya warisan tradisi, tetapi juga bagian dari identitas politik dan sosial masyarakat yang perlu dijaga melalui pendidikan, kebijakan, dan partisipasi generasi muda.”

══════════════════════════════════════