Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Suara Langsung dari Tehran: Akademisi Iran Ungkap Realitas Geopolitik Pasca Perang dengan Israel di Hadapan Ratusan Mahasiswa UIN Alauddin

Suara Langsung dari Tehran: Akademisi Iran Ungkap Realitas Geopolitik Pasca Perang dengan Israel di Hadapan Ratusan Mahasiswa UIN Alauddin

Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar menggelar Kuliah Tamu bertema “Iran Pasca Perang dengan Israel” pada Rabu, 30 Juli 2025, di Ruang LT Prof. AG. KH. Muhammad Ali Yafie. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan peneliti asal Iran, Prof. Dr. Muhammad Sharifani, sebagai narasumber utama.

Lebih dari 125 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias hingga memenuhi ruang kuliah. Kehadiran narasumber internasional ini menjadi kesempatan langka bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung mengenai konflik Iran-Israel dan dinamika geopolitik Timur Tengah.

Dalam pemaparannya, Prof. Sharifani menjelaskan sejarah hubungan Iran dan Israel, mulai dari era Shah Pahlavi hingga konflik modern yang melibatkan isu nuklir, perang proxy, dan perebutan pengaruh di kawasan Timur Tengah. Ia juga mengajak mahasiswa melihat konflik secara objektif dan multidimensional.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa terkait posisi Indonesia, masa depan Palestina, hingga peran negara besar seperti Rusia dan China dalam konflik kawasan. Narasumber menilai mahasiswa UIN Alauddin memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan analisis yang baik terhadap isu internasional.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaemin, M.Th.I., M.Ed., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus menghadirkan dialog peradaban dan memperluas wawasan global mahasiswa ilmu politik.

Melalui kuliah tamu ini, Prodi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan forum akademik bertaraf internasional guna membentuk mahasiswa yang kritis, terbuka, dan mampu menganalisis isu-isu geopolitik global secara ilmiah dan humanis.