Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen Ilmu Politik UIN Alauddin Jadi Pembicara Kuliah Tamu di Australian National University

Dosen Ilmu Politik UIN Alauddin Jadi Pembicara Kuliah Tamu di Australian National University

Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Nur Utaminingsih, menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Australian National University (ANU) dengan mempresentasikan hasil penelitian mengenai masyarakat adat Angge Buntu Dea Kaju di Sulawesi Selatan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar kembali mencatatkan prestasi akademik di tingkat internasional. Dosen Hubungan Internasional sekaligus mantan Sekretaris Program Studi Ilmu Politik, Nur Utaminingsih, menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Australian National University (ANU) pada Rabu, 3 Juli 2024.

Dalam forum akademik tersebut, Nur Utaminingsih mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Indigeneity and Religion in Dea Kaju: Living in Mixed Worlds” yang membahas dinamika masyarakat adat Angge Buntu Dea Kaju di Sulawesi Selatan.

Penelitian tersebut menyoroti hubungan antara nilai-nilai adat, tradisi lokal, dan praktik keagamaan dalam kehidupan masyarakat adat yang masih mempertahankan warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi.

Nur Utaminingsih menjelaskan bahwa Pappasang dan Pangngadarang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Angge Buntu. Menurutnya, kedua konsep tersebut tidak hanya berfungsi sebagai aturan sosial, tetapi juga menjadi pedoman moral dan identitas budaya masyarakat setempat.

Ia menerangkan bahwa Pappasang merupakan seperangkat norma yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi pedoman hidup masyarakat, sedangkan Pangngadarang merupakan aturan praktis yang telah melekat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam pemaparannya, Nur Utaminingsih juga membahas bagaimana masyarakat adat menghadapi perubahan sosial, terutama generasi muda yang mulai berpindah ke kota besar untuk menempuh pendidikan dan mencari pekerjaan.

Menurutnya, perubahan lingkungan sosial tersebut memunculkan tantangan baru berupa ketegangan antara mempertahankan adat istiadat tradisional dan menerima nilai-nilai modern, termasuk dalam memahami praktik keagamaan.

Ia menilai bahwa sebagian generasi muda mulai kurang mengenal ritual adat dan tradisi leluhur yang sebelumnya menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Bahkan, beberapa praktik adat seperti Pamali sering dianggap bertentangan dengan ajaran agama.

Melalui penelitiannya, Nur Utaminingsih menekankan pentingnya membangun dialog mengenai moderasi beragama dan toleransi budaya agar nilai-nilai lokal tetap dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

Keterlibatan dosen Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar dalam forum akademik internasional ini menjadi bukti bahwa riset-riset yang dikembangkan di lingkungan kampus memiliki kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan global, khususnya pada kajian politik, budaya, dan hubungan masyarakat adat.

Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar sebagai ruang akademik yang aktif mendorong penelitian, pengabdian, dan pertukaran gagasan di tingkat nasional maupun internasional.


══════════════════════════════════════

“Terdapat ketegangan antara melestarikan adat istiadat tradisional dan menerima gaya hidup serta nilai-nilai baru, termasuk dalam konteks agama.” — Nur Utaminingsih