Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema implementasi integrasi interkoneksi Islam, sains, dan teknologi berbasis moderasi beragama. Kegiatan tersebut berlangsung di Lecture Theatre Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta akademisi lintas disiplin ilmu.
FGD ini menjadi ruang diskusi ilmiah yang membahas pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tantangan sosial dan politik di era modern. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bagaimana moderasi beragama dapat menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Hal tersebut terlihat dari aktifnya peserta dalam mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan kritis, serta berdiskusi mengenai berbagai fenomena sosial-politik yang berkembang di tengah masyarakat digital saat ini.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa integrasi sains dan agama tidak boleh dipandang sebagai dua hal yang bertentangan. Sebaliknya, keduanya harus berjalan beriringan dalam membangun peradaban yang berkeadaban dan mampu menjawab tantangan globalisasi.
Selain membahas isu moderasi beragama, forum diskusi ini juga menyoroti pentingnya literasi politik dan pendidikan karakter di kalangan generasi muda. Menurut narasumber, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan sosial yang mampu menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Suasana forum berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam dialog akademik mengenai isu intoleransi, polarisasi politik, serta tantangan perkembangan teknologi terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan FGD ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa Ilmu Politik dalam memahami hubungan antara agama, politik, dan perkembangan teknologi di era kontemporer. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar terus berupaya menciptakan ruang diskusi ilmiah yang mampu membentuk mahasiswa menjadi generasi intelektual yang moderat, kritis, dan berintegritas.
══════════════════════════════════════
“Mahasiswa Ilmu Politik harus mampu menjadi jembatan antara nilai keilmuan, moderasi beragama, dan realitas sosial-politik yang berkembang di masyarakat.”