GOWA – Program Studi Hubungan Internasional (HI) UIN Alauddin Makassar sukses menggelar Kuliah Umum dan Sosialisasi Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) dengan menghadirkan Dr. Alex Stephens dari Konsulat Jenderal Australia di Makassar. Acara yang dimoderatori oleh dosen HI, Farahdiba Rahma Bachtiar, MA., Ph.D ini tidak hanya membedah peluang studi lanjut di Negeri Kanguru, tetapi juga mengupas akar sejarah hubungan bilateral yang telah terjalin selama ratusan tahun antara masyarakat adat Australia Utara dan para nelayan Makassar.
Dalam sesi presentasinya yang bertajuk "Australia - Our Shared History", Dr. Alex Stephens memaparkan hubungan historis yang seringkali luput dari buku teks modern. Jauh sebelum bangsa Eropa datang, para pelaut Makassar telah menjalin hubungan dagang dan budaya dengan penduduk asli Australia (Aborigin) di pesisir utara sejak abad ke-17.
"Hubungan ini bukan sekadar transaksi teripang, tetapi juga pertukaran bahasa, seni, dan kekerabatan. Ini adalah fondasi awal hubungan antar-masyarakat (people-to-people links) antara Indonesia dan Australia," ujar Dr. Stephens di hadapan peserta yang memadati ruangan LT Prof Ali Yafie .
Narasi historis tersebut menjadi pembuka yang kuat untuk sesi inti acara, yaitu sosialisasi beasiswa yang kini menjadi jembatan modern bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk melanjutkan kontribusi mereka.
Pada sesi kedua, Dr. Stephens menjelaskan secara rinci skema Australia Awards Scholarships 2026. Ditekankan bahwa AAS adalah program beasiswa internasional terlama bagi Indonesia, yang bertujuan mengembangkan SDM sekaligus memperkuat kolaborasi bilateral.
"Kami tidak hanya mencari akademisi, tetapi juga agent of change dan calon pembuat kebijakan masa depan. Kami sangat mendorong pelamar dari kelompok sasaran kesetaraan, termasuk perempuan dari latar belakang kurang mampu, penyandang disabilitas, serta pelamar dari provinsi-provinsi prioritas," tegasnya.
Moderator, Farahdiba Rahma Bachtiar, menutup acara dengan menyampaikan apresiasi atas hubungan erat yang terus terjalin antara UIN Alauddin Makassar dan Konsulat Jenderal Australia.
"Semoga informasi ini menjadi bekal berharga bagi civitas akademika UINAM. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar universitas terbaik dunia, sekaligus melanjutkan tradisi hubungan baik antara Makassar dan Australia di era modern," pungkas Farahdiba.
Bagi mahasiswa dan alumni UIN Alauddin Makassar yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat mengakses tautan resmi www.australiaawardsindonesia.org atau menghubungi International Office UINAM.