Makassar, 25 Mei 2026 — Kompetisi Ilmiah Nasional Mahasiswa Ushuluddin ke-5 telah terselenggara dengan lancar dan semangat dari setiap peserta. Selama delapan hari sejak 18 hingga 25 Mei 2026, UIN Alauddin Makassar menjadi tuan rumah ajang bergengsi yang mempertemukan 436 mahasiswa dari tujuh PTKIN se-Indonesia secara daring.
Jumlah ini memecahkan rekor partisipasi tertinggi sejak KINMU pertama kali digelar. Dibanding tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 300 peserta, tahun ini terjadi lonjakan lebih dari 45% atau sekitar 136 peserta tambahan.
Berdasarkan data panitia, ketujuh PTKIN yang mengirim delegasi adalah:
1. UIN Antasari Banjarmasin – 78 peserta
2. UIN Raden Fatah Palembang – 74 peserta
3. UIN Alauddin Makassar – 71 peserta
4. UIN Imam Bonjol Padang – 69 peserta
5. UIN Mataram – 58 peserta
6. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten – 50 peserta
7. UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto – 36 peserta
Antusiasme tinggi terlihat dari hampir semua fakultas. Hal ini menunjukkan KINMU sebagai ajang pembuktian bahwa mahasiswa Ushuluddin tidak hanya jago debat teologi, tapi juga melek riset dan seni.
Dari seluruh cabang lomba, cabang Musabaqah Hifdz Al-Qur’an mendominasi jumlah pendaftar. Hampir semua PTKIN mengirim peserta untuk kategori 5, 10, dan 20 Juz.
Cabang lain yang konsisten ramai adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Murattal Qira’at, kaligrafi naskah, serta pidato dalam Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. Di bidang riset, Karya Tulis Ilmiah Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadis, dan Sosiologi Agama jadi pilihan utama mahasiswa.
Meski secara umum partisipasi naik, beberapa cabang masih minim peserta. Musabaqah Tafsir Al-Qur’an Bahasa Arab kategori putri, Musabaqah Karya Tulis Al-Qur’an putri, dan KTI Ilmu Perpustakaan hanya diikuti sebagian kecil kontingen. Bahkan beberapa PTKIN tidak mengisi slot tersebut sama sekali.
Panitia menilai ini bisa jadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun depan agar semua cabang mendapat porsi sosialisasi yang merata.
Ketua Panitia Mujadid Sigit Aliah menyebut keberhasilan KINMU V bukan hanya soal angka.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas kelancaran dari tanggal 18 sampai 25 Mei. Ini buah kerja keras bersama. Terima kasih untuk tujuh PTKIN yang berpartisipasi, peserta yang berjuang, juri yang profesional, dan panitia yang luar biasa,” katanya.
Ia berharap KINMU terus tumbuh sebagai ruang pembinaan intelektual dan penguat ukhuwah mahasiswa Ushuluddin di seluruh Indonesia.
KINMU adalah agenda tahunan yang diikuti mahasiswa Fakultas Ushuluddin dari berbagai PTKIN. Penyelenggaraan berpindah-pindah setiap tahun, dan untuk 2027 mendatang, tuan rumah akan diumumkan dalam forum dekan yang akan datang.