Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) mengadakan pertemuan dengan dosen tamu dalam mata kuliah Teologi Lingkungan Hidup pada Senin, 20 April 2026. Dosen tamu yang hadir adalah Ni Gusti Putu Sulfia Clarita, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta di bidang Ilmu Teologi Kristen yang juga tenaga pengajar di Universitas Tamalatea, membahas ekoteologi perspektif Agama Kristen.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang hubungan antara agama dan lingkungan hidup, serta bagaimana perspektif Agama Kristen dalam memahami isu lingkungan. Ni Gusti Putu Sulfia Clarita memaparkan materi tentang ekoteologi dan bagaimana agama dapat berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan, dari iman menuju aksi.
Sebagaimana dipahami bahwa ekoteologi adalah studi tentang hubungan antara agama dan lingkungan hidup. Agama memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, karena agama dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan.
Dalam paparannya, Ni Gusti Putu Sulfia Clarita juga membahas tentang bagaimana Agama Kristen memahami isu lingkungan. "Agama Kristen memiliki ajaran tentang tanggung jawab manusia sebagai pengelola ciptaan Tuhan atau konsep stewardship, sehingga manusia memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian alam," ujarnya.
Andi Ulfa Wulandari, dosen Aqidah dan Filsafat Islam, mengaku bahwa program dosen tamu sudah sering dilakukan di prodi. "Kami memang sering mengundang dosen tamu dari berbagai latar belakang keilmuan sesuai dengan tema perkuliahan, untuk memberikan kuliah kepada mahasiswa agar mereka mampu memperoleh pengalaman belajar yang berbeda. Selain itu, hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana akademik yang lebih variatif dan meningkatkan koneksi mereka."
Kegiatan ini berlangsung di lantai 4 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup berlandaskan keimanan. Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam sangat antusias mengikuti pertemuan ini dan berharap dapat memperluas wawasan mereka tentang hubungan antara agama dan lingkungan hidup.
"Pertemuan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena kami dapat memahami bagaimana perspektif agama Kristen tentang ekoteologi, mengetahui ayat-ayat dalam Al-Kitab yang ternyata ada beberapa kesamaan dengan Islam, dan banyak informasi baru yang kami ketahui dari umat Kristiani secara langsung," ujar Yusril selaku salah satu mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan bagaimana agama dapat berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.