Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar Gelar Sosialisasi Sister dan Kebijakan Remunerasi 2025

Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar Gelar Sosialisasi Sister dan Kebijakan Remunerasi 2025

Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik melalui kegiatan Sosialisasi Sister dan Kebijakan Remunerasi 2025 yang dilaksanakan di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta civitas akademika sebagai bagian dari upaya transformasi digital dan peningkatan profesionalisme akademik.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi fakultas dalam memperkuat pemahaman mengenai sistem Sister (Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi) yang digunakan sebagai platform pengelolaan data dosen dan aktivitas akademik di perguruan tinggi. Selain itu, sosialisasi ini juga membahas kebijakan remunerasi tahun 2025 yang berkaitan dengan peningkatan kinerja dan tata kelola administrasi berbasis transparansi.

Kegiatan ini membahas secara menyeluruh proses penguatan manajemen akademik di perguruan tinggi. Sosialisasi yang dilakukan mencakup penggunaan sistem Sister, keterlibatan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta narasumber yang kompeten di bidang administrasi akademik. Kegiatan berlangsung di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar pada Juli 2025 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan berbasis digital dan transparansi kebijakan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab mengenai implementasi sistem Sister dan kebijakan remunerasi.

Dalam sambutannya, pihak fakultas menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya bertujuan mempercepat pelayanan administrasi, tetapi juga menciptakan tata kelola yang transparan, efektif, dan akuntabel.

“Pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem akademik menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya kerja profesional dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ungkap salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Materi sosialisasi membahas berbagai aspek penggunaan sistem Sister, mulai dari penginputan data tridharma perguruan tinggi, pengelolaan aktivitas penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pelaporan kinerja dosen. Para peserta terlihat aktif mengikuti jalannya kegiatan dan berdiskusi mengenai kendala teknis yang sering ditemukan dalam pengelolaan data akademik.

Selain pembahasan sistem digital akademik, kegiatan ini juga mengulas kebijakan remunerasi 2025 yang berkaitan dengan sistem penghargaan terhadap kinerja dosen dan tenaga kependidikan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas akademik serta menciptakan budaya kerja yang lebih kompetitif dan profesional.

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung terkait mekanisme sistem Sister maupun implementasi kebijakan remunerasi di lingkungan kampus.

Dalam konteks Program Studi Ilmu Politik, kegiatan seperti ini memiliki relevansi besar terhadap kajian tata kelola pemerintahan dan administrasi publik. Mahasiswa Ilmu Politik dapat melihat secara langsung bagaimana prinsip good governance diterapkan dalam sistem birokrasi pendidikan tinggi melalui digitalisasi pelayanan dan sistem evaluasi berbasis kinerja.

Kegiatan sosialisasi ini juga memperlihatkan bahwa penguatan institusi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik semata, tetapi juga oleh efektivitas sistem administrasi, transparansi kebijakan, dan kemampuan lembaga beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Perguruan tinggi harus mampu menjadi contoh dalam penerapan tata kelola modern yang akuntabel dan berbasis teknologi informasi,” ujar salah seorang peserta kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar berharap seluruh civitas akademika semakin memahami pentingnya transformasi digital dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Sosialisasi ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat budaya kerja profesional dan pelayanan akademik yang lebih optimal di masa depan.

══════════════════════════════════════

“Transformasi digital di perguruan tinggi bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi bagian dari upaya membangun tata kelola akademik yang transparan, profesional, dan berkelanjutan.”

══════════════════════════════════════