Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Swasembada Pangan Menuju Kedaulatan Ekonomi Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung di auditorium kampus tersebut menghadirkan akademisi, praktisi, mahasiswa, serta tokoh pemerintahan untuk membahas isu strategis ketahanan pangan dan masa depan ekonomi nasional.
Seminar nasional ini menjadi ruang dialog ilmiah yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai hubungan antara kebijakan pangan, stabilitas politik, dan pembangunan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, isu swasembada pangan dinilai menjadi salah satu agenda penting dalam menjaga kedaulatan negara.
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti jalannya seminar sejak awal hingga akhir kegiatan. Forum tersebut dipenuhi mahasiswa lintas jurusan yang ingin memperdalam pemahaman mengenai bagaimana kebijakan pangan dapat mempengaruhi kondisi sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Dalam pemaparan materinya, narasumber menekankan bahwa swasembada pangan bukan hanya persoalan produksi pertanian semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kebijakan politik negara, distribusi sumber daya, serta keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar salah satu narasumber dalam sesi seminar.
Diskusi berlangsung dinamis ketika peserta mulai mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan distribusi pangan, ketergantungan impor, hingga posisi generasi muda dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis kemandirian nasional. Mahasiswa Ilmu Politik terlihat aktif memberikan pandangan kritis terkait implementasi kebijakan pemerintah di sektor pangan.
Selain membahas persoalan pangan, seminar tersebut juga mengangkat isu mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan kebijakan ekonomi yang berkeadilan. Para peserta diajak memahami bahwa pembangunan ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari stabilitas politik dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan bentuk kontribusi akademik mahasiswa Ilmu Politik dalam merespons persoalan strategis bangsa. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu nasional.
“Kami berharap seminar ini tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi juga melahirkan gagasan dan gerakan nyata mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.
Suasana seminar semakin menarik ketika narasumber memaparkan berbagai data dan kondisi terkini mengenai tantangan pangan global. Peserta tampak serius menyimak materi yang disampaikan, sementara beberapa mahasiswa aktif mencatat poin-poin penting untuk dijadikan bahan diskusi lanjutan di lingkungan akademik.
Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan budaya intelektual mahasiswa di lingkungan Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar. Melalui forum akademik seperti seminar nasional, mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori politik, tetapi juga diajak membaca realitas sosial dan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat.
Seminar nasional tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar Nomor 3411 Tahun 2025 tentang Panitia dan Narasumber Seminar Nasional “Swasembada Pangan Menuju Kedaulatan Ekonomi Indonesia” Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang kritis, progresif, dan relevan dengan persoalan kebangsaan serta dinamika politik nasional.
══════════════════════════════════════
“Kedaulatan ekonomi hanya dapat terwujud ketika bangsa mampu menjaga ketahanan pangan dan keberpihakan kebijakan kepada rakyat.”
══════════════════════════════════════