Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar kembali menghadirkan kegiatan akademik berbasis praktik demokrasi melalui simulasi Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) yang berlangsung di ruang Lecture Theatre Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi dengan tujuan memberikan pemahaman langsung mengenai proses demokrasi, tata kelola pemilu, serta mekanisme pemungutan suara di lingkungan kampus.
Simulasi Pemilu Kampus tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan literasi politik mahasiswa agar mampu memahami pentingnya partisipasi politik sejak di lingkungan akademik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga terlibat sebagai panitia penyelenggara, petugas pemungutan suara, pengawas, hingga simulasi pemilih.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa terlihat aktif mengikuti tahapan simulasi mulai dari proses registrasi pemilih, kampanye singkat kandidat, pencoblosan surat suara, hingga penghitungan hasil suara secara terbuka. Kehadiran bilik suara dan kotak suara bertuliskan KPU membuat suasana simulasi menyerupai proses pemilu yang sesungguhnya.
Dosen dan panitia pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran politik mahasiswa sekaligus memperkenalkan pentingnya sistem pemilu yang jujur, adil, dan transparan. Selain itu, simulasi ini juga menjadi sarana pembelajaran mengenai etika politik, partisipasi demokrasi, serta tanggung jawab warga negara dalam menjaga kualitas pemilu.
Mahasiswa Ilmu Politik yang mengikuti kegiatan mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui simulasi tersebut. Mereka dapat memahami secara langsung proses teknis pemilu sekaligus tantangan yang sering muncul dalam penyelenggaraan demokrasi, baik di tingkat kampus maupun dalam pemilu nasional.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya pendidikan politik di kalangan generasi muda. Dalam era demokrasi modern, mahasiswa dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu mendorong budaya politik yang sehat, kritis, dan partisipatif.
Selain praktik simulasi, kegiatan turut diisi dengan diskusi singkat mengenai tantangan demokrasi di Indonesia, termasuk persoalan partisipasi pemilih muda, penyebaran hoaks politik, serta pentingnya netralitas penyelenggara pemilu. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan mengenai masa depan demokrasi Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar berharap mahasiswa dapat mengembangkan wawasan politik yang lebih luas serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan akademik maupun sosial kemasyarakatan.
══════════════════════════════════════
“Demokrasi yang sehat lahir dari generasi muda yang memahami proses politik secara kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab.”