Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar menggelar Sekolah Riset Politik 2022 guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap metodologi penelitian dan penulisan karya ilmiah.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Kegiatan Sekolah Riset Politik 2022 dilaksanakan selama dua hari pada 19–20 Juli 2022 di Lecture Theatre (LT) Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar. Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik, Dr. Hj. Rahmi D., M.Ag.
Program ini menghadirkan tujuh pemateri dari kalangan akademisi dan dosen Program Studi Ilmu Politik, yakni Syahrir Karim, Ph.D, Dr. Anggriani Alamsyah, M.Si, Nur Utaminingsih, S.IP., M.Si, Abu Bakar, M.A, Fajar, S.Sos., M.Si, Febrianto Syam, S.IP., M.IP, serta Dr. Awal Muqsith, M.Phil.
Sekolah Riset Politik ini ditujukan khusus bagi mahasiswa angkatan 2019 dengan kuota sebanyak 80 peserta. Kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran metodologi penelitian dan teknik penulisan skripsi agar mahasiswa lebih siap menghadapi tugas akhir.
Penanggung jawab kegiatan, Reskiyanti Nurdin, S.IP., M.A menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena masih banyak mahasiswa yang belum memahami teknik penulisan karya tulis ilmiah, khususnya standar penulisan skripsi di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
Ia berharap melalui kegiatan Sekolah Riset Politik 2022, mahasiswa dapat memahami teknis penulisan ilmiah dengan lebih baik dan mampu meningkatkan kualitas penelitian akademik mereka.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Politik, Syahrir Karim, Ph.D menyampaikan bahwa metodologi penelitian merupakan alat penting dalam pengembangan pengetahuan ilmiah. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki dasar metodologis yang kuat akan lebih mudah mengembangkan penelitian secara sistematis dan akademis.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa serta mempersiapkan lulusan yang mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
“Metodologi merupakan alat penting dalam pengembangan pengetahuan ilmiah mahasiswa.” — Syahrir Karim, Ph.D