Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar melakukan penelitian lapangan di Rusunawa Rajawali, Kota Makassar, untuk mengkaji kondisi partisipasi politik warga. Penelitian yang dilaksanakan pada 9 Desember 2025 ini menemukan adanya fenomena “demokrasi musiman”, di mana warga aktif saat pemilu atau pemilihan RT, namun minim keterlibatan dalam musyawarah dan pengawasan kebijakan sehari-hari.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari Praktikum Kompetensi Mata Kuliah Pengantar Sosiologi berdasarkan SK Dekan FUF UIN Alauddin Makassar Nomor 4245 Tahun 2025. Tim terdiri dari enam mahasiswa dengan bimbingan Dr. Syarifuddin Jurdi, M.Si., yang turun langsung mewawancarai dan mengamati kehidupan sosial-politik warga rusunawa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga sebenarnya memiliki kepedulian terhadap politik dan pemilu. Namun, keterbatasan akses informasi, minimnya ruang dialog, rendahnya kepercayaan terhadap proses politik, serta tekanan ekonomi menjadi hambatan utama yang membuat partisipasi politik warga belum berkembang secara substantif.
Warga Rusunawa Rajawali mengaku lebih sering dilibatkan hanya pada momentum pemilu, sementara forum musyawarah dan diskusi terkait program pemerintah hampir tidak berjalan. Kondisi ini membuat aspirasi warga sulit tersampaikan dan partisipasi politik menjadi sebatas formalitas prosedural.
Tim peneliti kemudian merekomendasikan tiga langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi warga, yaitu pendidikan politik berbasis komunitas, pembentukan forum dialog aktif di tingkat RT atau blok hunian, serta dukungan fasilitas dan keberpihakan dari pengelola rusunawa maupun pemerintah kota.
Melalui penelitian ini, mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar menegaskan bahwa demokrasi tidak cukup hanya hadir saat pemilu, tetapi juga harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Rusunawa Rajawali dinilai dapat menjadi laboratorium sosial-politik penting untuk memahami tantangan demokrasi urban di tingkat akar rumput.