Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Praktikum Kompetensi Tata Kelola Pemilu (TKP) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik lapangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tata kelola Pemilu, khususnya distribusi logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Ilmu Politik bersama dosen pembimbing dan pihak KPU Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan observasi langsung, wawancara, serta diskusi terkait proses distribusi logistik Pemilu mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, penyimpanan, hingga pendistribusian logistik ke daerah kabupaten/kota dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Melalui pendekatan 5W+1H, kegiatan ini menjelaskan berbagai aspek penting dalam tata kelola Pemilu. What atau apa yang dilakukan mahasiswa adalah mempelajari sistem distribusi logistik Pilkada 2024 serta strategi pengelolaan logistik Pemilu di Sulawesi Selatan. Who atau siapa yang terlibat yaitu mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, dosen pembimbing, serta jajaran KPU Provinsi Sulawesi Selatan. Where atau di mana kegiatan dilaksanakan yaitu di Kantor KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. When atau kapan kegiatan berlangsung dilakukan pada tahun akademik 2025 sebagai bagian dari mata kuliah Praktikum Kompetensi Tata Kelola Pemilu. Why atau mengapa kegiatan ini penting karena distribusi logistik merupakan faktor utama keberhasilan pelaksanaan Pemilu yang jujur, aman, dan demokratis. Sedangkan How atau bagaimana proses pembelajaran dilakukan yaitu melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan diskusi interaktif bersama pihak KPU.
Dalam sesi diskusi, pihak KPU menjelaskan bahwa distribusi logistik Pemilu membutuhkan koordinasi yang kuat antar lembaga karena Sulawesi Selatan memiliki wilayah geografis yang beragam, mulai dari daerah perkotaan, pegunungan, hingga wilayah kepulauan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan logistik Pemilu dapat tiba tepat waktu dan sesuai kebutuhan di setiap TPS.
Mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai strategi yang dilakukan KPU dalam menghadapi berbagai hambatan distribusi logistik, termasuk cuaca ekstrem, keterbatasan akses transportasi, dan pengamanan logistik selama proses distribusi berlangsung. Pihak KPU menegaskan bahwa keberhasilan distribusi logistik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas dan legitimasi Pemilu.
Salah satu mahasiswa peserta praktikum menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat relevan dengan disiplin Ilmu Politik.
“Melalui praktikum ini kami belajar bahwa Pemilu tidak hanya berbicara tentang pemungutan suara, tetapi juga menyangkut manajemen, koordinasi, dan tanggung jawab besar dalam menjaga hak politik masyarakat,” ujarnya.
Dosen pembimbing kegiatan menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis lapangan sangat penting untuk membangun kapasitas akademik mahasiswa agar mampu memahami hubungan antara teori demokrasi dan praktik kelembagaan negara.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa terlihat aktif bertanya mengenai sistem distribusi logistik, prosedur pengamanan surat suara, strategi mitigasi keterlambatan distribusi, hingga koordinasi antar lembaga dalam penyelenggaraan Pemilu.
Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar berharap kegiatan praktikum ini dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memahami tata kelola Pemilu serta membangun generasi muda yang kritis, profesional, dan memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi di Indonesia. Selain menjadi pengalaman akademik, kegiatan ini juga mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga penyelenggara Pemilu dalam menciptakan sistem demokrasi yang transparan, inklusif, dan berintegritas.
══════════════════════════════════════
“Distribusi logistik Pemilu yang tepat waktu merupakan kunci penting dalam menjaga integritas demokrasi dan kepercayaan publik.”
══════════════════════════════════════