Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Praktikum Kompetensi Tata Kelola Pemilu (TKP) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar dengan tema “Strategi KPU Kota Makassar dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Gen-Z”. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan pembelajaran politik praktis bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami dinamika partisipasi politik generasi muda di era digital.
Praktikum tersebut dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan diskusi bersama jajaran KPU Kota Makassar mengenai strategi pendidikan politik yang diterapkan untuk meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan Generasi Z. Mahasiswa juga mempelajari bagaimana pendekatan komunikasi politik dilakukan melalui program sosialisasi yang dekat dengan karakter anak muda.
Dalam perspektif 5W+1H, kegiatan ini menjelaskan secara mendalam proses pendidikan politik yang dilakukan oleh KPU Kota Makassar. What atau apa yang dilakukan adalah observasi dan penelitian terkait strategi peningkatan partisipasi pemilih Gen-Z. Who atau siapa yang terlibat yaitu mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, dosen pembimbing, dan pihak KPU Kota Makassar. Where atau di mana kegiatan berlangsung yaitu di Kantor KPU Kota Makassar. When atau kapan kegiatan dilaksanakan yaitu pada tahun akademik 2025 dalam rangka Praktikum Kompetensi Tata Kelola Pemilu. Why atau mengapa kegiatan ini penting karena rendahnya minat politik generasi muda menjadi tantangan demokrasi modern. Sedangkan How atau bagaimana strategi dilakukan yaitu melalui program Goes to School, Goes to Campus, Goes to Pesantren, hingga inovasi pendidikan politik berbasis komunitas dan media digital.
Pihak KPU Kota Makassar menjelaskan bahwa Generasi Z memiliki karakter yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka lebih dekat dengan media sosial, teknologi digital, dan komunikasi visual. Oleh sebab itu, pendekatan pendidikan politik tidak lagi dilakukan secara formal semata, tetapi dikemas melalui metode yang komunikatif, kreatif, dan interaktif.
Salah satu strategi yang menjadi perhatian mahasiswa adalah program “Goes to Campus” dan “Goes to School” yang dilakukan KPU untuk memberikan edukasi kepemiluan langsung kepada pelajar dan mahasiswa. Dalam program tersebut, materi disampaikan melalui diskusi santai, pemutaran film edukatif, simulasi pemilu, hingga sesi tanya jawab terbuka mengenai politik uang, hoaks politik, dan pentingnya menjadi pemilih cerdas.
“Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga harus menjadi generasi yang sadar politik dan mampu menjaga demokrasi,” ungkap salah satu narasumber dari KPU Kota Makassar dalam sesi diskusi.
Mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar terlihat aktif berdialog mengenai tantangan partisipasi politik anak muda di era digital. Beberapa mahasiswa menanyakan pengaruh media sosial terhadap pilihan politik generasi muda serta strategi KPU menghadapi penyebaran disinformasi menjelang Pemilu.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari berbagai inovasi sosialiasi politik yang dilakukan KPU Kota Makassar seperti “Warung Demokrasi” dan “Lorong Demokrasi”. Program tersebut bertujuan menghadirkan pendidikan politik langsung di tengah masyarakat melalui ruang-ruang informal yang lebih dekat dengan kehidupan warga.
Kegiatan praktikum berlangsung penuh antusias dan menjadi pengalaman akademik yang berharga bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori demokrasi dan partisipasi politik di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana lembaga penyelenggara Pemilu membangun komunikasi politik dengan masyarakat.
Dosen pembimbing kegiatan menegaskan bahwa pengalaman lapangan seperti ini sangat penting dalam membentuk mahasiswa Ilmu Politik yang kritis, adaptif, dan memahami realitas demokrasi secara praktis.
“Mahasiswa harus mampu melihat bahwa demokrasi bukan hanya konsep teoritis, tetapi praktik sosial dan politik yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran kolaboratif antara dunia akademik dan lembaga negara dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Kegiatan praktikum juga diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan politik dan penguatan partisipasi publik di masa depan.
══════════════════════════════════════
“Pendidikan politik yang kreatif dan dekat dengan generasi muda menjadi kunci dalam membangun demokrasi yang partisipatif dan berkelanjutan.”
══════════════════════════════════════