Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan praktikum lapangan Mata Kuliah Kekuatan-Kekuatan Politik Indonesia dengan tema “Peran Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan dalam Penanganan Politik Uang”.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui kunjungan akademik dan wawancara langsung bersama pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana lembaga pengawas pemilu menjalankan fungsi pengawasan, pencegahan, dan penindakan terhadap praktik politik uang dalam proses demokrasi di Indonesia.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif, mahasiswa aktif berdialog mengenai tantangan pengawasan pemilu di era modern. Berbagai isu dibahas, mulai dari praktik politik uang, penyalahgunaan media sosial dalam kampanye, hingga pentingnya literasi politik masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Praktikum ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis lapangan yang bertujuan menghubungkan teori politik dengan realitas politik di masyarakat. Berdasarkan dokumen akademik kegiatan, praktikum tersebut dibimbing oleh Dr. Syarifuddin Jurdi, M.Si., bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar. fileciteturn47file0
Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai strategi Bawaslu dalam mencegah politik uang melalui edukasi publik, pengawasan partisipatif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil dan lembaga penegak hukum. Dalam perspektif ilmu politik, praktik politik uang dinilai sebagai ancaman serius terhadap kualitas demokrasi karena dapat mengubah orientasi politik masyarakat menjadi transaksional.
Selain membahas persoalan pengawasan pemilu, kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana pentingnya partisipasi generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi. Mahasiswa diajak memahami bahwa demokrasi tidak hanya tentang pemilihan umum, tetapi juga tentang kesadaran politik, etika publik, dan tanggung jawab warga negara.
Kegiatan praktikum lapangan ini memberikan pengalaman empiris bagi mahasiswa untuk memahami dinamika politik secara langsung. Melalui interaksi bersama lembaga pengawas pemilu, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai tantangan demokrasi kontemporer dan bagaimana kebijakan pengawasan diterapkan di tingkat daerah.
Mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang pembelajaran yang memperkuat kemampuan analisis politik, komunikasi publik, dan pemahaman terhadap sistem demokrasi Indonesia secara lebih mendalam.
“Politik uang bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan etika demokrasi. Mahasiswa harus menjadi bagian dari gerakan literasi politik dan pengawasan partisipatif di masyarakat.”