Gowa, 8
Mei 2026 — Dr. M. Syaiful, S.Sos., M.Si., dosen Ilmu
Politik UIN Alauddin Makassar, resmi dilantik sebagai Ketua Harian Dewan
Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan
periode 2026–2029 pada Selasa malam, 5 Mei 2026, di Gammara Hotel, Makassar.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi organisasi kepemudaan terbesar di
Sulsel itu, setelah bertahun-tahun dinilai publik hanya berkutat pada kegiatan
seremonial yang minim dampak nyata bagi pemuda. Kehadiran sosok akademisi di
pucuk pimpinan harian KNPI Sulsel menjadi sinyal bahwa organisasi ini tengah
berupaya membangun wajah baru, wajah yang lebih substantif, berbasis riset, dan
dekat dengan isu-isu kepemudaan yang sesungguhnya.
Dalam
keterangannya, Dr. Syaiful menegaskan bahwa arah KNPI Sulsel ke
depan tidak lagi sekadar melantik dan mendeklarasikan. Ia ingin membawa
organisasi ini ke nuansa yang lebih akademis dan berbasis data. "Selama
ini saya melihat KNPI ini hanya sekadar kegiatan-kegiatan seremonial,
deklarasi-deklarasi semata. Nah, kita harap KNPI punya warna lain di periode
ini. Warna lainnya itu warna akademis. Makanya, beberapa hal yang kita dorong
itu, misalnya, program yang berbasis riset," ujarnya. Sebagai seorang
pengajar, Dr. Syaiful juga menyoroti dua isu kepemudaan yang ia anggap paling
mendesak untuk ditangani: literasi dan kesehatan mental. Ia mengamati bahwa
ekosistem pemuda, khususnya mahasiswa, semakin hari semakin jauh dari budaya
membaca. Karena itu, salah satu gagasan yang ia dorong adalah pembangunan
pojok-pojok literasi KNPI di kampus-kampus. "Siapa tahu kita dikasih
rezeki untuk membangun ruang-ruang literasi di kampus. Jadi ada kayak pojok
KNPI misalnya," katanya. Sementara itu, soal kesehatan mental dan isu
perempuan juga masuk dalam radar program yang sedang dirancang bersama
bidang-bidang terkait.
Dalam
hal kelembagaan, KNPI Sulsel saat ini secara resmi menaungi 59 Organisasi
Kepemudaan (OKP) yang diakui, dari lingkungan NU, Muhammadiyah, hingga berbagai
organisasi kemahasiswaan lainnya. Dr. Syaiful menyebut jumlah itu sebagai modal
besar yang selama ini belum dioptimalkan. Dengan latar belakang akademik yang
dimilikinya, ia yakin kepengurusan periode ini mampu mengubah potensi
kelembagaan tersebut menjadi program-program yang benar-benar dirasakan
manfaatnya oleh pemuda Sulawesi Selatan.
Di
penghujung wawancara, Dr. Syaiful menitipkan pesan tegas kepada pemuda Sulsel
yang masih skeptis terhadap peran KNPI. Baginya, skeptisisme itu bukan tanpa
alasan, dan justru menjadi tanggung jawab kepengurusan baru untuk menjawabnya
lewat kerja nyata, bukan retorika. "Kami harus berupaya mewariskan KNPI
yang tidak lagi terjebak pada hal-hal yang sifatnya seremonial dan tidak
substansial. Kita punya bonus demografi yang sangat besar. Sumber daya itu
seharusnya bisa kita sulap menjadi program yang lebih baik untuk pemuda,"
tegasnya. Pernyataan itu bukan sekadar harapan, melainkan komitmen publik yang
kini menunggu pembuktian. KNPI Sulsel di bawah kepemimpinan barunya sedang
berdiri di persimpangan: antara meneruskan tradisi lama yang seremonial atau
benar-benar menjadi ruang perjuangan pemuda yang hidup, kritis, dan berdampak.
Pilihan itu ada di tangan mereka, dan publik sedang menonton.
Penulis:
Nanda Pratiwi (Humas)