MAKASSAR — Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQT) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Pelatihan Imam bertema "Imam Profesional: Mewujudkan Masjid Inklusif dan Ramah Milenial" pada Sabtu, 27 Juni 2026, bertempat di Hotel Alauddin Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan alumni Prodi IQT.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Prof. Dr. Muhaemin Latif, M.Th., M.Ed. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan dukungan atas penyelenggaraan pelatihan serta menegaskan pentingnya kehadiran imam profesional yang mampu mewujudkan masjid yang inklusif dan ramah terhadap generasi muda.
Sebelumnya, Ketua Panitia, Dr. Muhammad Tajuddin, S.S.I., M.Ed., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini secara khusus mengikutsertakan mahasiswa dan alumni Prodi IQT sebagai peserta.
Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Andi Muhammad Ali Amiruddin, S.Ag., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan kali ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Pelatihan Imam yang kini memasuki jilid ketiga. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan imam merupakan program yang senantiasa dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari kalangan praktisi, yakni Ustadz Takbir, M.Ag.; Ustadz Nasrullah Massi, M.H.I.; dan Ustadz Muammar Mukhtar, M.Th.I. Para narasumber membawakan materi yang mencakup Fiqih Salat, Tahsin Al-Qur'an, serta Etika seorang Imam.
Melalui tema masjid inklusif dan ramah milenial, kegiatan ini diharapkan membekali calon imam dari kalangan mahasiswa dan alumni Prodi IQT dengan kompetensi yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan jamaah lintas generasi.