Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi Pemilu bagi penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Bulukumba sebagai bagian dari program magang Kampus Merdeka.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar mengikuti program magang Kampus Merdeka di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bulukumba. Dalam program tersebut, mahasiswa turut berperan dalam kegiatan sosialisasi Pemilu inklusif bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Rumah Makan HDR, Jalan Kusuma Bangsa, Caile, Kabupaten Bulukumba dan dihadiri sekitar 30 peserta dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bulukumba.
Program ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Bulukumba untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk kelompok disabilitas, memperoleh pemahaman yang setara mengenai hak-hak politik dan partisipasi dalam Pemilu.
Mahasiswa magang dari UIN Alauddin Makassar terlibat langsung membantu pelaksanaan kegiatan serta menyebarluaskan informasi penting terkait pentingnya inklusi dalam proses demokrasi dan Pemilu.
Ketua Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan hak-hak pemilih disabilitas dapat terakomodasi dengan baik dalam setiap tahapan Pemilu. Menurutnya, partisipasi penyandang disabilitas harus didukung melalui edukasi dan pelayanan yang setara.
Untuk memperkuat kegiatan sosialisasi, Bawaslu menghadirkan dua narasumber yakni Ketua Badan Pengurus Lembaga Study Kebijakan Publik (LSKP), Andi Yudha Yunus serta aktivis perempuan Sulawesi Selatan, Husaimah Husain. Keduanya membahas pentingnya Pemilu inklusif dan tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilih.
Salah satu mahasiswa magang, Awaliyah Reski mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka dalam program tersebut menjadi pengalaman berharga karena dapat belajar secara langsung mengenai proses edukasi politik dan pengawasan Pemilu di masyarakat.
Melalui program magang ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga memperkuat wawasan tentang demokrasi, pengawasan Pemilu, dan pentingnya partisipasi politik yang inklusif.
“Kami belajar langsung bagaimana Bawaslu mengedukasi masyarakat, khususnya kelompok disabilitas, dalam memahami hak-hak pemilih.” — Awaliyah Reski